ADA APA ANTARA PEREMPUAN DAN GUCI???
Ada
apa antara perempuan dan guci? Apa ini tentang karakter perempuan yang suka
guci sebagai barang antik? Sepertinya banyak juga lelaki yang suka guci! Atau
pembahasan ini tentang guci dan perempua sebagai sesuatu yang unik? Mungkin
juga sih! Atau tentang rahasia berharga antara keduanya? Rahasia apa ya? Nah,
mari kita mulai dengan dengan sebuah kisah nyata tentang perempuan!
Suatu
ketika, di pinggir jalan terdengan suara, “Suit….suiiit…., hai cewek…., mau
kemana tu?!”. Begitulah kalimat yang terlontar dari sebagian lelaki yang
melihat perempuan dengan pakaian ketat ketika lewat di depannya.
“Assalamu’alaikum…..”,
sebaliknya ini adalah ungkapan yang terlontar dari mulut sebagian besar lelaki
terhadap seorang perempuan yang berpakaian sopan dan tidak ketat. Meskipun
tidak bisa dipastikan apakah ungkapan
salam itu tulus diucapkan atau tidak, yang jelas ungkapan tersebut bernada
positif. Tidak sama dengan contoh peristiwa yang pertama.
Dari
kisah nyata inilah tersirat sebuah rahasia berharga. Rahasia berharga tersebut adalah
mengenai aurat. Dari contoh di atas terlihat jelas bahwa perempuan yang menutup
aurat akan lebih beruntung daripada yang tidak menutup aurat baik secara
jasmaniah maupun rohaniah. Secara jasmaniah, keuntungan menutup aurat yaitu
terlindung dari ancaman bahaya orang-orang yang berhasrat jahat, terhindar dari
kata-kata yang tidak enak didengar, dan sebagainya. Di sisi lain, secara
rohaniah keuntungan menutup aurat berupa selalu mendapat salam dan do’a keselamatan
melalui orang yang memberi ucapan salam, dan secara tidak langsung orang yang
menutup auratpun akan merasa nyaman serta telah menjalankan perintah agama.
Jika
dilihat lebih jauh lagi, pada saat sekarang ini banyak yang memahami bahwa
menutup aurat sudah sama halnya dengan memakai kerudung. Sedangkan makna
sebenarnya adalah menutup dengan benar-benar menutup sehingga tidak nampak lagi
indahnya lekuk tubuh atau body
seorang perempuan. Maka dari itu, untuk memperjelas hal tersebut, berikut
sedikit uraian mengenai beda menutup dengan membungkus.
Sebagaimana
tercantum dalam QS. An-Nur: 31, jelas sekali bahwa perempuan diwajibkan menutup
auratnya bukan membungkus. Menutup sangat jauh berbeda maknanya dengan
membungkus.
Lalu,
apa kaitannya dengan guci ya?
Kaitannya,
perempuan, menyukai guci, dan memiliki karakter unik seperti guci, persoalan
menutup aurat tersebut untuk lebih mudah dipahami dapat dianalogikan seperti
sebuah guci. Berikut analoginya.
Seperti
sehelai kain yang dilingkupkan di atas sebuah guci, jika kainnya tebal dan
rapat maka mata yang memandag tidak akan dapat menerka apa benda yang terdapat
di bawah lingkupan kain tersebut. Namun, sebaliknya jika sehelai kain
transparan dilingkupi di atas sebuah guci atau kain tebal dan rapat
dibungkuskan dengan ketat pada guci tersebut, maka semua orang yang melihatnya
akan dapat menerka bahwa benda di dalam kain tersebut adalah sebuah guci karena
tampak jelas bentuknya.
Hal
ini tak ubahnya dengan perempuan, jika perempuan berpakaian menutup aurat maka
ia akan terjaga karena lekukan indah tubuhnya tidak tampak sehingga tidak
menarik hasrat lawan jenisnya. Sebaliknya, perempuan yang hanya membungkus
aurat –berpakaian ketat dan atau transparan, maka sesungguhnya ia terancam akan
bahaya besar karena lawan jenis yang melihatnya akan terkesima dan bahkan bisa
saja bangkit birahinya dan berniat senonoh.
Perempuan
juga sangat dikenal sebagai perhiasan dunia, maka jika dianalogikan dengan
sebuah perhiasan seperti serangkaian accessories, yang lebih berharga adalah
accessories yang berada di dalam etalase tertutup sebuah toko. Sementara yag
dijual di emperan jalan adalah accessories yang harganya sangat murah dan mudah
dijamahi oleh siapapun yang lalu lalang di depannya. Jadi, begitulah teramat
sangat pentingnya menutup aurat bagi perempuan.
Apalagi
mengenai kerudung, banyak perempuan sekarang yang memakai kerudung hanya
sebagai model bukan untuk menutup aurat. Mereka memakai kerudung yang
dililitkan ke leher dan kepala sehingga lekukan tubuh yang indah atau
aurat sebagai perhiasan dirinya tidak
tertutup. Atau, kalaupun ada yang berkerudung dengan menjulurkan kerudungnya ke
dada namun kerudungnya itu transparan sehingga tetap menampakkan auratnya
terutama bagian leher dan pundak.
Ada
sebagian perempuan yang mengatakan bahwa memakai kerudung dua lapis untuk
menutup aurat adalah tindakan mubazir –padahal kerudung itu transparan jika
dipakai satu lapis saja, sementara mereka memakai kerudung transparan tersebut
hanya sati lapis dan auratnya sudah pasti tidak tertutup. Maka, mari kita
pikirkan manakah yang lebih mubazir?
Nah, itulah rahasia berharga tang tersirat
antara perempuan dan guci. Semoga bermanfaat. Amiin!


Tidak ada komentar:
Posting Komentar